Oleh Luh Parni
Cegukan seringkali mengganggu dan menguras tenaga serta bisa terjadi pada siapa saja, membuat pegal – pegal pada daerah seputar dada dan daerah perut. Bila terjadi sebentar tidak akan mengganggu tetapi jika berlangsung lama itu yang menyebalkan, dapat juga nyebabkan insomnia, kelelahan dan depresi bisa terjadi.
Pada saat terjadi cegukan karena ada kontraksi otot pernapasan dan tulang rusuk pada saat terjadi pernafasan tiba – tiba katup saluran nafas tertutup secara tidak normal sehingga terdengarlah suara cegukan.
Penyebab cegukan :
- Secara internal melibatkan reflexnya pada syaraf frenikus dan syaraf vagus yang ada di daerah diafragma, iritasi pada syaraf frenikus dan vagus yang tersering, ada peradangan tumor di daerah leher yang dapat menstimulasi serabut syaraf yang merupakan syaraf vagus.
- Secara ekternal bersifat sementara, karena ada factor luar yang sering terjadi dari makanan pedas, minuman berkarbonasi, tertawa berlebihan, merokok, banyak menelan udara.
Cegukan bisa hilang dengan sendirinya, namun bila bertahan dalam dua hari maka sebaiknya di bawa kedokter.
Ada beberapa cara menghilangkan cegukan :
- Minum air putih sebanyak – banyaknya
- Menelan satu sendok the gula pasir dan gula akan mengaktifkan syaraf di bagian mulut dan menenangkan diafragma
- Menahan nafas pada rongga perut dalam beberapa detik dengan menekankan ujung lidah keatas bagian langit – langit
- Menempelkan ujung daun sirih dibagian tengah jidat antara alis kanan dan kiri dipercaya akan menyeimbangkan keja otot penyebab cegukan
- Menjulurkan lidah dengan maksud udara turut keluar sehingga cegukan akan mereda
- Menelan ludah tiap kali ada rasa mau cegukan
- Menarik nafas dengan kuat hingga satu menit
- Pijat pada daun telinga. Menurut kepercayaan bahwa bagain yang mengontrol penyebabnya cegukan terletak dibagian belakng leher diatas kolom tulang belakang.
- Duduk dilantai dengan memeluk lutut kuat – kuat sehingga dada tertekan dan udara akan keluar
- Dibiarkan begitu saja karena nantinya akan hilang dengan sendirinya.
Ada dengan menggunakan medis baik dengan obat –obatan dan dengan peralatan namun tentunya lebih baik dibawah pengawasan dokter.




